Minggu, 24 November 2013

AIR DAN KESEHATAN

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 2
                   Arfen Dwi Saputra        (10011481317031)
                                               Ana Fauziah                   (10011481317016)
                                               Mariyah A.M                   (10011481317005)
                                               Sarnita                            (10011481317002)
                                               Surakhmi Oktavia          (10011481317037)

                                                    DOSEN     :
                                                   H.A FICKRY FAISYA, S.KM,M.Kes


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2013


BAB 1
PENDAHULUAN


1.1   LATAR BELAKANG
Air merupakan sumberdaya penting dalam menunjang kehidupan semua makhluk yang ada di bumi, tidak ada makhluk yang bisa bertahan hidup lebih dari beberapa hari tanpa air. Air juga merupakan sumberdaya vital dalam pembangunan ekonomi seperti sektor industri, perdagangan, pertanian, perikanan, transportasi, pembangkit listrik, pariwisata, rumah tangga dan lainnya.
Penyediaan air bersih untuk masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kesehatan lingkungan atau masyarakat, yakni mempunyai peranan dalam menurunkan angka penderita penyakit, khusunya yang berhubungan dengan air dan berperan dalam meningkatkan standar atau taraf/kualitas kesehatan masyarakat.
            Sampai saat ini penyediaan air bersih untuk masyarakat di Indonesia masih dihadapkan pada beberapa permasalahan yang cukup kompleks dan sampai saat ini masih belum dapat diatasi sepenuhnya. Menurunnya akses masyarakat terhadap air minum berkaitan dengan tingginya peningkatan jumlah penduduk di perkotaan, sementara pertambahan sarana dan cakupan air minum terbatas. Faktor lain yang mendukung penurunan tersebut adalah masalah kemiskinan dan pencemaran.
Masyarakat miskin di perkotaan tidak mampu berlangganan air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM) atau tidak mampu membeli air mineral dalam botol atau isi ulang, sementara sarana yang ada banyak yang kondisinya sudah rusak atau tidak berfungsi. Sementara itu pencemaran terus berlangsung mengancam kuantitas dan kualitas air bersih. Keadaan ini berpengaruh terhadap ketersediaan dan akses masyarakat terhadap sumber air minum, yang layak dan memenuhi syarat kesehatan merupakan penyebab masih tingginya penyakit yang ditularkan melalui air.
Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai sumber-sumber air, pengaruh air terhadap kesehatan manusia, mekanisme penularan penyakit melalui air, pemanfaatan sumber daya air, pengolahan air.

1.2   TUJUAN
Adapun tujuan dari makalah ini adalah :
1.2.1     Untuk mengetahui siklus hidrologi atau siklus air
1.2.2     Untuk mengetahui sumber-sumber air
1.2.3     Untuk mengetahui pengaruh air terhadap kesehatan manusia
1.2.4     Untuk mengetahui mekanisme penularan penyakit melalui air
1.2.5     Untuk mengetahui persyaratan air yang memenuhi syarat
1.2.6     Untuk mengetahui pengolahan air.

1.3 RUMUSAN MASALAH
            Adapun yang menjadi permasalahan dalam makalah ini adalah mengenai keterbatasan akses masyarakat untuk mendapatkan air yang memenuhi syarat kesehatan sehingga aman untuk dipergunakan dan dikonsumsi oleh masyarakat serta tidak menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia.
Oleh karena itu perlu diketahui sumber-sumber air yang bersih yang dapat dimanfaatkan secara aman, pengaruh-pengaruh air terhadap kesehatan manusia, mekanisme penularan penyakit yang dapat tersebar melalui air yang tidak memenuhi syarat kesehatan baik ditularkan oleh mikroorganisme maupun pencemaran akibat kontaminasi bahan-bahan kimia, persyaratan air yang memenuhi standar kesehatan yang diperbolehkan sehingga diperlukan pengolahan air yang dilakukan untuk mendapatkan air yang dapat dipergunakan dan dikonsumsi secara layak.


BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 SIKLUS HIDROLOGI
Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan manusia. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 416 Tahun 1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air, bahwa air terdiri atas air minum, air bersih, air kolam renang dan air pemandian umum.
Pengertian air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak (Permenkes Nomor 416 Tahun 1990).
Pengertian air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum (Permenkes Nomor 492 Tahun 2010).
Air senantiasa mengalami pergerakan dalam beberapa bentuk sebagaimana yang digambarkan dalam gambar mengenai siklus hidrologi dibawah ini :





            Siklus hidrologi merupakan fenomena alam yang sirkulasinya tidak pernah berhenti dari atmosfer bumi dan kembali ke atmosfer. Secara umum pergerakan air di alam terdiri atas penguapan (evaporasi), pembentukan awan (kondensasi), peristiwa jatuhnya air ke bumi/hujan (presipitasi), aliran air permukaan bumi dan di dalam tanah.
            Secara umum, keterangan siklus hidrologi sebagai berikut: air menguap akibat panasnya matahari. Penguapan ini terjadi pada air permukaan, air yang berada didalam lapisan tanah bagian atas (evaporasi), tumbuhan yang ada di dalam (transpirasi), hewan dan manusia (transpirasi, respirasi). Uap air ini memasuki atmosfer. Di dalam atmosfer uap ini akan menjadi awan (kondensasi), didalam kondisi cuaca tertentu dapat mendingin dan berubah bentuk menjadi tetesan-tetesan air dan jatuh kembali ke permukaan bumi sebagai hujan (presipitasi). Air hujan ini ada yang langsung mengalir ke dalam permukaan (run off), ada yang meresap kedalam tanah (perkolasi) dan menjadi air tanah, baik yang dangkal maupun yang dalam dan ada juga yang diserap oleh tumbuhan. Air tanah akan timbul kepermukaan sebagai mata air dan menjadi air permukaan. Air permukaan bersama-sama air tanah dangkal dan air tanah akan menguap kembali lagi menjadi awan, maka siklus hidrologis akan kembali terulang.

2.2 SUMBER-SUMBER AIR
            Air yang diperuntukkan bagi konsumsi manusia berasal dari sumber yang aman dan bersih. Batasan-batasan sumber air yang bersih dan aman antara lain :
a.    Bebas dari kontaminasi kuman dan bibit penyakit
b.   Bebas dari substansi kimia yang berbahaya dan beracun
c.    Tidak berasa dan tidak berbau
d.   Dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan domestik dan rumah tangga
e.    Memenuhi standar minimal yang telah ditentukan oleh WHO atau Departemen Kesehatan RI.
Air dinyatakan tercemar bila mengandung bibit penyakit, parasit, bahan-bahan kimia yang berbahaya dan sampah atau limbah industri.
Air yang berada di permukaan bumi ini berasal dari berbagai sumber. Berdasarkan letak sumbernya air dibedakan menjadi :
1.   Air angkasa (Hujan)
Merupakan sumber utama air di bumi. Walaupun pada saat presipitasi merupakan air yang paling bersih, namun air tersebut cenderung mengalami pencemaran ketika berada di atmosfer. Pencemaran yang berlangsung di atmosfer itu dapat disebabkan oleh partikel debu, mikroorganisme, dan gas misalnya karbon dioksida, nitrogen dan ammonia.
Air hujan merupakan penyubliman awan/uap air menjadi air murni yang ketika turun dan melalui udara akan melarutkan benda-benda yang terdapat di udara. Dalam keadaan murni sangat bersih jika tidak tercemar oleh polutant yang ada.

2.   Air Permukaan
Air yang meliputi badan-badan air semacam sungai, danau, telaga, rawa, terjun dan sumur permukaan. Sebagian besar berasal dari air hujan yang jatuh ke permukaan bumi. Air hujan ini kemudian akan  mudah mengalami pencemaran baik oleh tanah, sampah maupun yang lainnya.
Air permukaan merupakan salah satu sumber bahan baku air bersih. Faktor-faktor yang yang harus diperhatikan antara lain:
1). Mutu dan kualitas baku
2). Jumlah dan kuantitasnya
3). Kontinuitasnya
Air permukaan adalah air yang sangat mudah tercemar oleh kegiatan manusia, flora, fauna dan zat-zat lain.

3.   Air Tanah
Air tanah (ground water) berasal dari air hujan yang jatuh ke permukaan bumi yang kemudian mengalami perkolasi atau penyerapan ke dalam tanah dan mengalami proses filtrasi secara alamiah. Proses-proses yang telah dialami air hujan tersebut, di dalam perjalanannya ke bawah tanah, membuat air tanah menjadi lebih baik dan lebih murni dibandingkan air permukaan. Beberapa kelebihan air tanah antara lain:
a.       Air tanah biasanya bebas kuman penyakit tanpa perlu mengalami proses purifikasi atau penjernihan.
b.      Persediaannya cukup tersedia sepanjang tahun, saat musim kemarau sekalipun
Air tanah dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia dengan cara membuat sumur atau pompa air, sumur dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1.      Sumur Dangkal
Sumber air berasal dari resapan air hujan. Sumur dangkal memiliki kedalaman 5-15 meter dari permukaan tanah.
2.      Sumur dalam (sumur artesis)
Sumber air berasal dari proses purifikasi alami air hujan oleh lapisan kulit bumi menjadi air tanah. Sumur dalam memiliki kedalaman > 15 meter dari permukaan tanah.

2.3    PENGARUH AIR TERHADAP KESEHATAN
2.3.1   Pengaruh Tidak Langsung
Pengaruh tidak lansung adalah pengaruh yang timbul sebagai akibat pendayagunaan air yang dapat meningkatkan maupun menurunkan kesejahteraan masyarakat. Seperti air yang dimanfaatkan untuk irigasi, perikanan dan pertanian dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun sebaliknya pengotoran air dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat.
1.      Zat-zat pengikat oksigen
Zat pengikat oksigen kebanyakan adalah zat-zat kimia organil yang dimanfaatkan mikroorganisme sebagai sumber energi dan dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Pengaruh zat-zat pengikat oksigen ini terhadap kesehatan terjadi secara tidak langsung karena kematian mata rantai makanan (ikan) dan untuk alasan estetika. Selain itu dayaguna air untuk keperluan kesehatan juga menurun.
2.      Pupuk tanaman
Pupuk sering digunakan di kegiatan pertanian dan perkebunan untuk meningkatkan produksi bahan pangan. Pupuk yang dipergunakan di daerah pertanian ini tidak semuanya terpakai, sebagian akan masuk ke dalam perairan. Karena pupuk juga bermanfaat bagi tumbuhan air, maka terjadi pertumbuhan yang berlebihan dalam perairan dan mengurangi cahaya masuk ke dalam air, sehingga oksigen terlarut berkurang, air menjadi berbau dan menurunkan nilai estetika. Dengan demikian daya guna air untuk kesehatan juga menurun.
3.      Material tersuspensi
Material tersuspensi daoat digolongkan menjadi dua yaitu zat padat dan koloid. Materi tersuspensi mempunyai efek yang kurang baik terhadap kualitas air karena menyebabkan kekeruhan dan mengurangi cahaya yang masuk ke dalam air. Oleh karenanya manfaat air berkurang, dan organism yang butuh cahaya mati. Kematian organism akan menyebabkan terganggunya ekosistem akuatik.maka pembentukan lumpur akan mengganggu aliran dalam saluran dan pendangkalan cepat terjadi.
4.      Panas
Panas merupakan pengotoran air Karena zat fisis. Panas dapat mengurangi potensi sumber air untuk suatu proses pendinginan yang biasanya dibutuhkan dalam proses industri. Selain itu, meningginya temperatur air dapat menyebabkan meningkatnya rasa dan bau. Intensitas temperatur sendiri dapat mempengaruhi reaksi-reaksi zat kimia di dalam air. Sifat toksis zat kimia dapat pula meningkat dengan meningkatnya temperatur. Biota akuatik dapat terpengaruh oleh toksisitas ini, demikian pula manusia sehingga pencemar panas dapat berpengaruh tidak langsung terhadap kesehatan.

2.3.2        Pengaruh Langsung
Pengaruh langsung terhadap kesehatan tergantung sekali pada kualitas air dan terjadi karena air berfungsi sebagai penyalur ataupun penyebar penyebab penyakit ataupun sarang insekta penyebar penyakit. Kualitas air berubah karena kapasitas air untuk membersihkan dirinya telah terlampaui. Hal ini disebabkan bertambahnya jumlah serta intensitas aktivitas penduduk yang tidak hanya meningkatkan kebutuhan akan air tetapi juga meningkatkan jumlah air buangan. Beberapa zat yang dapat secara langsung mempengaruhi kesehatan adalah sebagai berikut :
1.      Zat- zat kimia persisten
Merupakan zat kimia yang tidak dapat diuraikan untuk jangka waktu lama sehingga tidak didapat mekanisme alamiah yang dapat menguraikan zat-zat tersebut dan tidak ada jalan alamiah bagi perairan untuk memberishkan diri dari zat-zat tersebut, maka akan terjadi akumulasi di dalam air maupun di dalam organisme air.
2.      Zat radioaktif
Zat radioaktif dalam jumlah yang cukup banyak akan menimbulkan efek terhadap kesehatan, tetapi hal ini tidak akan terjadi apabila pengendalian terhadap zat radoaktif dilaksanankan sesuai prosedur. Namun dalam jumlah sedikit dapat pula menimbulkan masalah apabila terjadi biomagnifikasi di dalam organism akuatik. Besar kecilnya masalah ini tergantung pada kadar magnifikasi, peran organism dalam rantai makanan, serta lamanya waktu paruh zat radioaltif.
3.      Penyebab penyakit
Adanya penyebab penyakit dalam air, dapat menyebabkan efek langsung langsungterhadap kesehatan. Penyebab penyakit yang mungkin ada, dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar yaitu :
-          Penyebab hidup yang menyebabkan penyakit menular
-          Penyebab tidak hidup yang menyebabkan penyakit tidak menular.

a.       Penyakit Menular
Peran air dalam terjadinya penyakit menular dapat bermacam-macam seperti berikut :
·      Air sebagai penyebar mikroba pathogen
Penyakit menular yang disebarkan oleh air secara langsung diantara masyarakat seringkali dinyatakan sebagai penyakit bawaan air atau water borne diseases. Penyakit ini hanya daoat menyebar apabila mikroorganisme penyebabnya dapat masuk kedalam sumber air yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Jenis mikrobanya seperti : virus, bakteri, protozoa dan metazoan.
·      Air sebagai sarang insekta penyebar penyakit
Air dapat menjadi sarang insekta penyebar penyakit atau vektor penyakit. Penyebab penyakit yang berada didalam tubuh vektor dapat berubah bentuk, fase pertumbuhan. Vektor yang bersarang di air dan penting di Indonesia pada umunya adalah nyamuk dari berbagai genus/spesies. Contoh penyakit : filariasis, dengue, malaria.
·      Penyakit yang disebabkan kurangnya persediaan air bersih
Kurangnya air bersih, khusunya untuk menjaga kebersihan diri, dapat menimbulkan berbagai penyakit kulit dan mata. Hal ini terjadi karena bakteri yang selalu ada memiliki kesempatan untuk berkembang biak. Contoh penyakit : penyakit trachoma, scabies,
·      Penyakit yang hospes sementaranya ada di air, contoh penyakit : schistosomiasis.

b.      Penyakit Tidak Menular
Penyakit tidak menular yang dapat disebarkan memalui air sangat banyak tergantung penyebabnya. Penyebab penyakit ini dapat dikelompokkan sebagai zat-zat kimia dan zat fisis. Beberapa penyakit akibat zat kimia yang pernah dilaporkan adalah kasus keracunan air raksa, cadmium dan cobalt.

2.4    MEKANISME PENULARAN PENYAKIT MELALUI AIR
Penggunaan air yang tidak memenuhi syarat dapat menimbulkan terjadinya gangguan kesehatan/penyakit-penyakit yang berhubungan dengan air dapat dibagi dalam kelompok-kelompok berdasarkan cara penularannya. Mekanisme penularan penyakit tersebut terbagi menjadi empat yaitu :
1.      Mekanisme Waterborne
Adalah mekanisme dimana penyakit yang ditularkan langsung melalui air minum, dimana air minum mengandung kuman pathogen sehingga menyebabkan yang bersangkutan menjadi sakit. Termasuk dalam kategori ini adalah hepatitis, kolera, dan lainnya.

2.                     Mekanisme Waterwashed
Penularan berkaitan dengan kebersihan umum dan perseorangan. Pada mekanisme ini terdapat tiga cara penularan yaitu : infeksi melalui alat pencernaan, infeksi melalui kulit dan mata, penularan melalui binatang pengerat.
Selain penyakit menular penggunaan air juga memicu penyakit tidak menular karena air telah terkontaminasi zat-zat berbahaya atau beracun, contohnya penyakit minamata yang terjadi di Jepang, keracunan kobalt dan cadmium.

3.      Mekanisme Water-based
Penyakit yang ditularkan melalui mekanisme ini memiliki agens penyebab yang menjalani sebagian siklus hidupnya di dalam tubuh vektor atau sebagai intermediate host yang hidup dalam air.

4.      Mekanisme Water-related insect vector
Agen penyakit ditularkan melalui gigitan serangga yang berkembang biak didalam air contoh : filariasis, malaria, dengue dan yellow fever.

2.5     PERSYARATAN AIR YANG MEMENUHI SYARAT
Persyaratan air bersih yang dimaksud adalah persyaratan mikrobiologis, fisik, kimia dan radioaktif. Air bersih yang dikonsumsi dan dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari harus memenuhi keseluruhan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Permenkes. Air yang tidak memenuhi salah satu persyaratan tersebut sebelum digunakan sebagai air minum masih perlu dilakukan pengolahan selanjutnya. Salah satu syarat sebelum digunakan sebagai air minum adalah persyaratan mikrobiologi dan yang perlu diperhatikan keberadaan bakteri coliform dalam air yang diperbolehkan kadar maksimum 0 per 100 ml untuk air minum dan 10 per 100 ml untuk air bersih.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan kebutuhan air per orang per hari untuk kebutuhan hidup sehat adalah 60 liter. Kebutuhan tersebut harus mencakup kuantitas, kualitas dan kontinyuitas.
Agar air minum tidak menyebabkan gangguan kesehatan, maka air minum harus memenuhi persyaratan kesehatan, di Indonesia standar air minum yang berlaku pada  Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492 Tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Persyaratan air minum yang dapat ditinjau meliputi parameter fisika, kimia, mikrobiologi dan parameter radioaktivitas yang terdapat didalam air minum tersebut.
Parameter fisika umumnya dapat diidentifikasi dari kondisi air tersebut, meliputi bau, kekeruhan, rasa, suhu, warna dan jumlah zat padat terlarut. (TDS). Parameter kimia yang dibedakan menjadi dua yaitu kimia organik seperti insektisida dan herbisida. Dan kimia anorganik berupa logam, zat reaktif, zat-zat berbahaya dan beracun serta derajat keasaman (pH).
Parameter mikrobiologi menggunakan bakteri Coliform sebagai indicator. Parameter radioaktivitas dengan mengidentifikasi sinar Alpha, Beta dan Gamma yang dapat menimbulkan kerusakan pada sel yang terpapar.

2.6     PENGOLAHAN AIR MINUM
Menurut Kusnaedi (2002), tujuan pengolahan air minum merupakan upaya untuk mendapatkan air yang bersih dan sehat sesuai dengan standar mutu air. Proses pengolahan air minum merupakan proses perubahan sifat fisik, kimia dan biologi air baku agar memenuhi syarat untuk digunakan sebagai air minum.
1.      Pengolahan air minum secara sederhana
-       Pengolahan secara alamiah dengan melakukan penyimpanan beberapa jam kemuadian zat-zat yang ada di dalam air akan mengendap.
-       Pengolahan air dengan penyaringan yaitu menggunakan kerikil, ijuk dan pasir
-       Pengolahan air dengan menambahkan zat kimia dengan menambahkan koagulan kedalam air seperti tawas.
-       Pengolahan air dengan mengalirkan udara yang bertujuan untuk menghilangkan rasa dan bau yang tidak enak.
-       Pengolahan air dengan cara memanaskan hingga mendidih untuk air minum.

2.      Dari segi konsumennya, pengolahan air dibedakan menjadi dua yaitu :
a.       Pengolahan air minum untuk umum
-          Penampungan air hujan menggunakan danau buatan
-          Pengolahan air sungai dengan menggunakan penampungan berupa bak.
-          Pengolahan mata air dengan dialirkan ke penduduk masyarakat dengan menggunakan pipa-pipa.
b.      Pengolahan air minum untuk rumah tangga
Air minum yang berasal dari sumur yang harus diperhatikan adalah agar sumur terlindung dan terhindar dari pengotoran dengan pembangunan sumur yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

3.      Purifikasi
a.       Purifikasi alamiah
Air permukaan yang mengandung lumpur bila didiamkan akan mengendap. Penyimpanan air yang cukup lama mempunyai nilai purifikasi, untuk itu agar tempat penampungan air harus dijaga agar terhindar dari pengotoran.
b.      Purifikasi buatan dengan 3 proses secara bertahap
-          Proses koagulasi (pengumpalan)
-          Proses filtrasi (penyaringan)
-          Proses desinfeksi.

BAB 3
PENUTUP

3.1    KESIMPULAN
Setelah pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1.      Air merupakan komponen penting dalam kehidupan manusia, air senantiasa mengalami pergerakan dalam beberapa bentuk. Siklus hidrologi merupakan fenomena alam yang sirkulasinya tidak pernah berhenti dari atmosfer bumi dan kembali ke atmosfer.
2.      Sumber-sumber air terdiri atas air hujan, air permukaan dan air tanah.
3.      Pengaruh air terhadap kesehatan berupa pengaruh tidak langsung dan pengaruh langsung
4.      Mekanisme penularan penyakit melalui air terdiri atas 4 mekanisme.
5.      Persyaratan air minum adalah memenuhi syarat sesuai dengan Permenkes No 492 Tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum
6.      Pengolahan air terdiri atas pengolahan air sederhana, pengolahan air berdasarkan kebutuhan konsumen dan purifikasi air

3.2  SARAN
Berdasarkan kesimpulan diatas dapat disarankan bahwa dalam pemenuhan terhadap kebutuhan air bersih kualitas air sangat mempengaruhi dalam upaya kesehatan manusia, selain kualitas faktor kuantitas dan kontiunitas dalam akses untuk mendapatkan air bersih juga perlu diperhatikan.


DAFTAR PUSTAKA

Chandra, Budiman.2006.Pengantar Kesehatan Lingkungan.Jakarta ; EGC.
Hasyim, Hamzah.2010.Modul Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan. Fakultas Kesehatan Masyarakat; Universitas Sriwijaya
Juli Soemirat, Slamet. 2009.Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta; Gadjah Mada University Press.
Mulia, Ricki.2005.Kesehatan Lingkungan.Yogyakarta ; Graha Ilmu.
Sumantri, Arif. Kesehatan Lingkungan Dalam Perspektif Islam. Jakarta ; Kencana preneda media.

Peraturan Menteri :
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416 Tahun 1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum.



Untuk melihat slide presentasi air dan kesehatan Anda bisa mengklik link berikut ini :
http://www.slideshare.net/FKMAP13/ppt-air-kesehatan

1 komentar:

  1. The King Casino | Online Slots for Real Money
    The King Casino is a new online casino offering something for クイーンカジノ every enthusiast to play. Join now 퍼스트 카지노 and gain access to 더킹카지노 the most exclusive welcome bonuses

    BalasHapus